mesin_tetas_telur photo penetas_zpsxhg0xl2k.jpg

20 May 2016

Candling

 photo alat-candling-telur.jpg

Dalam prosedur penetasan telur dengan mesin penetas telur perlu dilakukan peneropongan telur untuk mengetahui telur tersebut hidup (fertil) atau mati (infertil) pada hari ke-6. Untuk memeriksa telur-telur tersebut diperlukan alat yang disebut candler (aktifitas memeriksanya disebut candling). Alat candler bisa dibuat dengan cara sederhana, antara lain :

1. Menggunakan kertas yang digulung, kemudian telur ditempatkan ujung dari kertas yang digulung tadi dengan menghadap sumber lampu (dop atau senter).
2. Dengan kardus atau bekas toples kue di beri lubang bagian atasnya sebesar telur dan didalamnya diberi lampu.

alat-teropong-telur

Hasil peneropongan akan nampak ( fertil jika nampak pembuluh darah yang menyebar, jika tampak jernih terlihat putih telur dan kuning telurnya maka telur kosong alias infertil dan masih bisa dikonsumsi dan tampak hitam saja maka jika embryo mati). Secara jelas, hasil peneropongan telur (candling) dari hari ke hari selama masa penetasan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

meneropong telur


19 May 2016

Panduan Cara Penetasan Telur Ayam

mesin_tetas_telur photo penetas_zpsxhg0xl2k.jpg

Sebelum melakukan penetasan, Anda harus mengetahui cara mengoperasikan mesin tetas, lihat DISINI Pelaksanaan proses penetasan telur ayam (serama, kalkun, dll)adalah sebagai berikut :

Hari ke-1
  • Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas) atau jika jumlah telur cuma sedikit cukup direbahkan saja.
  • Lubang vuntilasi ditutup rapat.
  • Kontrol suhu (37°C).
  • Nampan air di isi air
Hari ke-2
  • Lubang ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3.
  • Kontrol suhu (37°C).
Hari ke-3
  • Perlakuan sama dengan hari ke-2
Hari ke-4
  • Ventilasi mulai dibuka sampai telur menetas.
  • Kontrol suhu (37°C).
  • Telur mulai diputar, sehari dua kali, pagi dan sore
Hari ke-5
  • Pembalikan telur harian.
  • Ventilasi dibuka.
  • Kontrol suhu (37°C).
Hari ke-6
  • Pembalikan telur harian.
  • Ventilasi dibuka.
  • Kontrol suhu (37°C).
  • Lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
  • Lakukan peneropongan telur (candling) untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Hasil peneropongan bisa dilihat DISINI. Jika telur kosong atau mati maka segera keluarkan dari mesin tetas, untuk telur yang kosong masih bisa di konsumsi
Hari ke-7
  • Pembalikan telur harian.
  • Ventilasi dibuka.
  • Kontrol suhu (37°C).
Hari ke-8 sampai ke-13
  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka.
  • Kontrol suhu (37°C).
Hari ke-14
  • Pembalikan telur harian
  • Ventilasi dibuka.
  • Kontrol suhu (37°C).
  • Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telur fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas.
  • Lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
Hari ke 15 sampai ke-17
  • Pembalikan telur harian.
  • Ventilasi dibuka.
  • Kontrol suhu (37°C).
Hari ke-18
  • Stop pemutaran telur sampai telur menetas
  • Ventilasi dibuka.
  • Kontrol suhu (37°C).
Hari ke-19
  • Perlakuan sama seperti hari ke-18
Hari ke-20
  • Telur mulai sudah ada yang menetas
Hari ke-20
  • Telur menetas keseluruhan

18 May 2016

Panduan Cara Mengoperasikan Mesin Tetas

mesin penetas telur PUI-100

Cara Mengoperasikan Mesin Penetas Telur PUI-100 dan PUI-30

1. Pengaturan Suhu Otomatis

Mula-mula stecker disambungkan dengan sumber listrik sehingga lampu pijar akan menyala. Usahakan tidak ada udara yang masuk kedalam mesin tetas dengan menutup lubang ventilasi dan pintu tertutup rapat. Beberapa menit kemudian “kapsul” thermostat akan mengembang dan setelah batas tertentu ujung kapsul akan menekan sakelar (mikroswitch) sehingga saluran listrik akan mati. Terhentinya aliran dan padamnya lampu pijar akan menyebabkan suhu dalam ruang mesin tetas menjadi turun sehingga kapsul mulai mengempis lagi dan ujungnya menjauhi sakelar, akibatnya aliran listrik hidup kembali dan lampu pijar menyala. Proses ini berjalan terus-menerus sehingga merupakan pengatur suhu otomatis.

Menseting Thermostat

Thermostat adalah alat yang berfungsi untuk mengatur temperature (suhu) dalam mesin tetas secara otomatis (Gambar 1). Apabila alat ini terkena panas maka kapsul akan mengembang sehingga akan menekan sakelar (mikroswitch) dan aliran listrik akan terputus, sebaliknya apabila suhu turun maka kapsul akan mengempis dan akan menyalakan kembali lampu pijar sebagai sumber panas. Untuk menseting thermostat agar dapat memutus dan menyambung kembali aliran listrik yang menuju ke lampu pijar tidaklah sulit, untuk mengaturnya dengan cara memajukan atau memundurkan putaran baut penyangga kapsul.
thermostat_wafer photo thermostat_zpsd6it9htf.jpg

Gambar 1

Cara mensetting thermostat adalah sebagai berikut :
- Untuk menaikkan suhu maka putarlah baut penyangga kapsul menjauhi sakelar (mikroswitch) / putar ke kiri.
- Untuk menurunkan suhu maka putarlah baut penyangga kapsul mendekati saklar (mikroswitch) / putar ke kanan.

Sebelum mesin tetas digunakan, sebaiknya sudah dipersiapkan pula lampu minyak (lampu teplok) untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik PLN.

2. Mensucihamakan (Fumigasi) Ruangan Mesin Penetas

Sebelum penetasan dimulai, ruang mesin tetas harus disucihamakan lebih dahulu supaya bibit-bibit penyakit seperti Salmonella pullorum, infeksi pusar (Omphalitis) dan sebagainya dapat dihilangkan. Kuman tersebut dapat menyebar melalui mesin tetas dan mengurangi daya tetas telur. Kuman ini berasal dari sisa-sisa cangkang telur, kotoran anak ayam yang baru menetas di dalam mesin tetas pada penetasan sebelumnya.

Mensucihamakan dapat dikerjakan dengan dua cara, yakni Cheese cloth method (menggunakan larutan formalin) dan Potassium permanganate method (campuran larytan formalin dan kalium permanganate). Metode pertama dikerjakan dengan cara mncelupkan kain bersih ke dalam larutan formalin 40%. Kebutuhan luas ruangan mesin tetas terhadap larutan tersebut adalah 8,4 ml/1 m2. Kain yang telah dibasahi larutan tadi digantungkan selama 1-3 jam di dalam mesin tetas yang belum dihidupkan.

Prinsip kerja metode kedua tidak jauh berbeda dengan yang pertama, hanya saja larutan yang digunakan adalah campuran antara larutan formalin 40% dan kalium permanganate. Setiap 1 m2 ruangan mesin tetas membutuhkan 12,6 ml formalin dan 6,3 gram kalium permanganate. Kain yang telah dibasahi dengan larutan tersebut diletakkan di dekat lubang ventilasi.

3. Cara Memutar Telur
  • Untuk mesin penetas tipe PUI-100 cara pemutaran telur dilakukan dengan menggerakkan handle yang berada di sebelah kanan kotak tetas.
  • Untuk mesin penetas tipe PUI-30 cara pemutan telur dilakukan dengan membalik satu persatu telur yang berada di rak telur.

Pelaksanaan Penetasan Telur

Teknis pelaksanaan penetasan dari hari ke hari adalah sebagai berikut :
  • Setting terlebih dahulu suhu didalam mesin penetas sesuai dengan suhu penetasan dari jenis telur yang akan di tetaskan. Biarkan selama sekitar 1 jam sampai suhu didalam mesin tetas benar-benar stabil. Untuk mengetahui suhu penetasan silahkan lihat (Tabel 2).
  • Isi bak/nampan air dengan air bersih dan letakkan dibawah rak telur. Bak/nampan air harus selalu di kontrol setiap saat jangan sampai habis, mulai dari awal sampai dengan akhir penetasan. Fungsi air ini adalah untuk menciptakan kelembaban di dalam mesin tetas.
  • Jika suhu sudah stabil, silahkan masukkan telur-telur yang akan ditetaskan, tutup pintu mesin tetas.
  • Mulai dari hari ke-1 sampai dengan hari ke-3 lubang ventilasi dalam kedaan tertutup, dan telur-telur tidak boleh digerakkan.
  • Lakukan pembalikan telur-telur pada hari ke-4 sampai dengan 3 hari sebelum telur-telur menetas. Pembalikan telur dilakukan 3 kali sehari (pagi, siang, dan sore) atau minimal 2 kali sehari (pagi dan sore).
  • Untuk mengetahui saat berhenti melakukan pemutaran telur, silahkan lihat (Tabel 2).
  • Pada hari ke-7 lakukanlah peneropongan telur (Candling), dengan tujuan untuk mengetahui telur yang hidup, telur yang kosong, dan telur yang mati. Keterangan mengenai hasil peneropongan telur silahkan lihat pada hasil peneropongan. Untuk telur-telur yang kosong (infertile) sebaiknya dikeluarkan dan masih layak untuk dikonsumsi.

Tabel 2
Jenis TelurLama Penetasan Suhu (oC)Stop Pemutaran Telur Kelembaban (%)
Ayam 21 hari 37-38 hari ke-18 65-70
Kalkun 28 hari 37-38 hari ke-25 65-75
Itik 28 hari 37-38 hari ke-25 65-75
Bebek Menthok 37 hari 37-38 hari ke-34 65-75
Angsa 28-30 hari 37-38 hari ke-25 65-75
Love Bird 23 hari 37-38 hari ke-20 65-70
Pheasant 24-28 hari 37-38 hari ke-22 65-75
Merak 28-30 hari 37-38 hari ke-25 65-75
Puyuh (Bobwhite) 23-24 hari 37-38 hari ke-20 60-70
Puyuh (Coturnix) 17 hari 37-38 hari ke-14 60-70
Kenari 14 hari 37 hari ke-11 60-70
Merpati 17 hari 37-38 hari ke-14 60-70

14 May 2016

Buku Petunjuk Pembuatan Mesin Tetas dan Sparepart

thermostat_wafer photo thermostat_zpsd6it9htf.jpg

Dalam pembuatan mesin tetas semi otomatis terdapat sparepart utama yang harus tersedia sebelum seseorang merancang sebuah mesin tetas, sparepart tersebut adalah thermostat dan thermometer. Boleh dikatakan kedua alat tersebut adalah otak dari mesin tetas telur. Pesona Unggas menyediakan panduan berupa buku petunjuk praktis cara membuat mesin tetas semi otomatis dengan disertai 2 sparepart utama berupa thermostat dan thermometer. Untuk komponen pendukung lainnya, seperti kabel, plywood, lampu, dll Anda bisa dengan mudah membeli atau memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar rumah.

thermostat dan thermometer


Harga Rp. 150.000

Bila Anda berminat silahkan hubungi Pesona Unggas 0852-4755-7349


Isi paket berupa:
  • 1 Thermostat
  • 1 Thermometer
  • 1 buku panduan praktis cara membuat mesin tetas semi otomatis

13 May 2016

Mesin Tetas Telur Tipe PUI-100

mesin penetas telur PUI-100

Mesin penetas telur tipe PUI-100 adalah mesin tetas dengan sedikit inovasi menggunakan rak telur yang bisa diputar, sehingga dapat meringankan pekerjaan peternak dalam menetaskan telur dalam jumlah yang banyak. Mesin penetas ini merupakan mesin generasi ke dua setelah mesin tetas tipe PUI-30 yang masih menggunakan rak telur manual. Dengan kapasitas maksimum 76 telur ayam kampung sangat memadai untuk digunakan dalam pengembangan ternak unggas dengan skala menengah ke atas.

mesin penetas telur PUI-100

Keunggulan mesin penetas telur ini adalah sebagai berikut:
  • Tingkat keberhasilan tinggi. Dengan mengikuti panduan secara benar, keberhasilan penetasan bisa mencapai sekitar 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %
  • Lebih Praktis. Menggunakan sistem rak telur putar. Dilengkapi dengan handle pemutar egg tray, sehingga Anda bisa memutar telur dengan sekali putaran tanpa menyentuh telur. Bandingkan dengan cara tradisional dengan menggunakan tangan satu per satu.
  • Hemat Energi. Hanya menggunakan listrik dengan daya 20 watt, memakai 4 buah lampu @5 watt.
  • Model sederhana tapi menarik. Ada yang bilang jadul tetapi unggul dalam penetasan.
  • Ada pemanas darurat. Jika sewaktu-waktu listrik padam, bisa menggunakan lampu minyak tanah (lampu teplok).
  • Kontrol suhu otomatis. Dengan menggunakan thermostat wafer, suhu dalam ruangan kotak tetas tetap stabil.
  • Harga terjangkau. Dengan mesin dan segala fasilitasnya, mesin penetas telur ini harganya tergolong murah.
Harga Rp. 380.000
Jika Anda berminat silahkan hubungi Pesona Unggas 0852-4755-7349


Mesin Tetas Telur Tipe PUI-30

mesin_tetas_PUI-30 photo PUI-30_zpsu3fvzgpc.jpg

Mesin tetas telur tipe PUI-30 ini adalah produk awal kami dalam pembuatan mesin penetas. Desain dan bahan sengaja kami buat sederhana tapi cukup akurat dalam penetasan telur.

mesin_tetas_PUI-30 photo PUI-30_zpsu3fvzgpc.jpg

Harga Rp. 250.000
Jika Anda berminat, silahkan hubungi Pesona Unggas 0852-4755-7349

Spesifikasi mesin penetas telur tipe PUI-30 adalah sebagai berikut:
  • Mudah mengoperasikannya.
  • Hemat energi listrik. Daya hanya 10 W, terdiri dari 2 lampu @ 5 watt.
  • Kapasitas kecil, cocok untuk para hobis dan peneliti yang akan menetaskan telur dalam jumlah yang tidak banyak.
  • Ada pemanas darurat. Di bagian bawah kotak tetas kami beri pelat seng sebagai penyimpan panas dari pemanas lampu minyak (kampu teplok).
  • Kontrol suhu otomatis. Dengan menggunakan thermostat jenis wafer dari Mitra Jaya untuk mengontrol suhu dalam ruangan mesin, sehingga suhu tetap stabil dalam suhu inkubasi.
  • Pengukur suhu yang akurat. Dengan thermometer ruang berkualitas dari GEA mendukung pengukuran suhu yang tepat.
  • Harga terjangkau. Sengaja kami ilih bahan yang sederhana tapi berkualitas guna menekan harga agar terjangkau oleh masyarakat.
Mesin penetas telur tipe PUI-30 ini telah teruji dan digunakan oleh beberapa peternak unggas seperti peternak Love Bird, Kenari, Puyuh, ayam, itik, kalkun, angsa, dan lainnya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha