Sebelum melakukan penetasan, Anda harus mengetahui cara mengoperasikan mesin tetas, lihat DISINI Pelaksanaan proses penetasan telur ayam (serama, kalkun, dll)adalah sebagai berikut :
Hari ke-1
- Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas) atau jika jumlah telur cuma sedikit cukup direbahkan saja.
- Lubang vuntilasi ditutup rapat.
- Kontrol suhu (37°C).
- Nampan air di isi air
- Lubang ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3.
- Kontrol suhu (37°C).
- Perlakuan sama dengan hari ke-2
- Ventilasi mulai dibuka sampai telur menetas.
- Kontrol suhu (37°C).
- Telur mulai diputar, sehari dua kali, pagi dan sore
- Pembalikan telur harian.
- Ventilasi dibuka.
- Kontrol suhu (37°C).
- Pembalikan telur harian.
- Ventilasi dibuka.
- Kontrol suhu (37°C).
- Lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
- Lakukan peneropongan telur (candling) untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Hasil peneropongan bisa dilihat DISINI. Jika telur kosong atau mati maka segera keluarkan dari mesin tetas, untuk telur yang kosong masih bisa di konsumsi
- Pembalikan telur harian.
- Ventilasi dibuka.
- Kontrol suhu (37°C).
- Pembalikan telur harian
- Ventilasi dibuka.
- Kontrol suhu (37°C).
- Pembalikan telur harian
- Ventilasi dibuka.
- Kontrol suhu (37°C).
- Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telur fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas.
- Lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.
- Pembalikan telur harian.
- Ventilasi dibuka.
- Kontrol suhu (37°C).
- Stop pemutaran telur sampai telur menetas
- Ventilasi dibuka.
- Kontrol suhu (37°C).
- Perlakuan sama seperti hari ke-18
- Telur mulai sudah ada yang menetas
- Telur menetas keseluruhan


Unknown
Posted in:
0 Comments:
Post a Comment